"Enviplast" Lebih Dari Sekedar Plastik

“Enviplast” Plastik Tetapi Bukan Plastik

Pada kesempatan ini saya mengikuti visit company trip dari salah satu komunitas blogger yaitu “taudariblogger” . Visit company kali ini akan mengunjungi PT Inter Aneka Lestari yang salah satu bidang usahanya adalah pembuat kantong plastik, namun produk ini bukan hanya sekedar kantong plastik saja, ada inovasi teknologi yang membuatnya berbeda.

Meeting point kegiatan di Gedung Graha Lestari Jl, Kesehatan No.48, Jakarta dan perjalanan menuju factory ditempuh dalam waktu satu jam saja dengan kondisi jalan yang lancar. Factorynya bertempat di Jl. Raya Serang Km. 24,5 Balaraja, Tangerang.

Setiba di factory kami disambut  oleh Ibu Sri Megawati selaku National Sales & Marketing Excetive, Bapak Dr. Asmuwahyu Saptohardjo selaku Technical Advisor, Bapak Aidil Arafat selaku Plant Division, dan Ibu Lanny Tjahjono selaku Sales & Marketing Division Head Masterbatch & Polymer Compund.

Lingkungan dan Konsumsi Plastik

Pertemuan dimulai dengan pembukan dari Ibu Sri Megawati mengenai pemaparan profile dan bidang bisnis perusahaan. Kemudian pemaparan dilanjutkan oleh Bapak Dr. Asmuwahyu Saptohardjo mengenai kondisi lingkungan dan konsumsi plastik. Menurut catatan konsusmi plastik pada tahun 2010 sebesar 225 Miliar / tahun dan diyakini pada tahun 2020 akan meningkat menjadi 540 Miliar / tahun. Untuk kota Jakarta saat ini rata-rata output sampah yang dihasilkan sebesar 6.500 ton/hari, dimana dari komposisi tersebut terdapat 15 % sampah berupa plastik.

"Enviplast" Lebih Dari Sekedar Plastik
Pemaparan Perusahaan

Penting Biodegradable 

Industri kemasaan sekarang ini dituntut untuk terus berinovasi dalam mengembangkan produk yang “ramah lingkungan”. Salah satunya adalah pengembangan “Bioplastik”. Produk Bioplastik yang baik adalah jika memenuhi dua unsur berikut yaitu :

Biobased, maksudnya produk yang dihasilkan berasal dari materi dan bahan-bahan yang dapat diperbaharui seperti tumbuh-tumbuhan.

Biodegradable: ketika dibuang kelingkungan akan terurai secara alamiah ditanah dengan bantuan makro dan mikro organisme, dan tidak memerlukan fasilitas composting.

Enviplast ” Plastik Tetapi Bukan Plastik”

Enviplast merupakan bio-based polymer compound, yang diolah dari bahan baku alami yang dapat diperbaharui. Bahan baku yang digunakan dapat berupa tepung singkong, tepung jagung, serta turunan minyak nabati.

"Enviplast" Lebih Dari Sekedar Plastik
“Strach” dari ekstrak singkong

Untuk saat ini factory menggunakan bahan baku dari tepung singkong. Hal ini berdasarakan catatan tahun 2014 produksi singkong nasional mencapai 23.4 juta ton/ tahun, dimana dari hasil tersebut terpakai untuk konsumsi makanan dan makanan industri sekitar 81 % dan sisanya 19 % digunakan untuk bagian non makanan.

“Starch” atau Palet Aneka Warna

Menurut pemaparan Bapak Aidil Arafat selaku Plant Division dengan jumlah mesin produksi  sebanyak 30 buah, kapasitas produksi pabrik  berkisar 200.000 kg / bulan.  Dimana mesin kecil mampu menghasilkan produk sekitar 15 kg / jam sedangkan untuk mesin besar mampu menghasilkan produk sekitar 100 kg / jam.

"Enviplast" Lebih Dari Sekedar Plastik
Mesin Proses Film Plastik

Enviplast tidak mengandung plastik dan tidak menyebabkan terbentuknya mikroplastik (partikel plastik yang berukuran lebih kecil dari 1 mm) selama proses degradasi yang akan membuat rantai makanan terkontaminasi.

Proses produksi dimulai dari pengolahan starch (ekstrak bio-based polymer compund) dari tepung singkong yang berupa seperti pellet dimasukan kedalam mesin produksi. Proses berikutnya adalah produksi film / kantong sekaligus labeling jika kantong tersebut memerlukan label. Hasil dari proses film akan dilakukan pemotongan  sesuai dengan ukuran kantong plastik, dan dilanjutkan dengan pemberian lubang untuk hand grip.

"Enviplast" Lebih Dari Sekedar Plastik
Pemotongan Sesuai Ukuran

Sejauh ini produk hasil jadi telah dipasarkan ke India, Jepang, Eropa dan Amerika. Berbagai hasil kantong yang dihasilkan baik itu berupa kantong belanja, kantong sampah, kantong laundry, apron sekali pakai, dan bahan pembungkus untuk barang elektronik dan suku cadang otomotif.

"Enviplast" Lebih Dari Sekedar Plastik
Komunitas Tau Dari Blog

Setiap produk yang dihasilkan tidak terlepas dari uji QC, ada dua uji yang diberlakuan disini yaitu uji tarik dan uji tanah. Uji Tarik dilakukan dengan memberikan beban terhadap plastik, sehingga dapat diketahui beban maksimal yang dapat diangkut oleh plastik tersebut. Tergantung dari besar kecilnya ukuran dan pemanfaatan untuk barang apa saja dari costumer.

"Enviplast" Lebih Dari Sekedar Plastik
Uji Tarik

Uji tanah dilakukan dengan cara menaruh sampel yang kami lihat sekitar berukuran 10cm x 10cm ditimbun didalam tanah dan dilakukan pengukuran. Dari sampel uji yang kami lihat rata-rata dalam waktu 2 bulan plastik habis terkompos dengan tanah.

"Enviplast" Lebih Dari Sekedar Plastik
Hasil Uji Coba di Tanah

Disamping itu juga, jika kita ingin membedakan Enviplast dengan kantong plastik  ternyata bisa dilakukan dengan pengujian yang sangat sederhana yaitu :

  1. Ketika dilarutkan kedalam air, maka plastiknya akan habis terlarut.
  2. Ketika dibakar, maka plastik akan habis terbakar seperti pembakaran kertas.
  3. Ketika dilakukan penyetrikaan di permukaan, maka plastik cuma mengalami kerutan dan tidak bolong.
"Enviplast" Lebih Dari Sekedar Plastik
Produk Pesanan Costumer

Melalui kunjungan ini memberikan gambaran dan paparan mengenai keadaan lingkungan kita saat ini terutama dalam penangan dan pengolahan sampah. Disamping itu juga peranana kita dalam menjaga kelestarian dan keberlangsungan hidup yang berkesinambungan untuk generasi yang akan datang.

 

 

 

Satu tanggapan untuk ““Enviplast” Plastik Tetapi Bukan Plastik”

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s